Sabtu, 08 Juni 2013

Jurnal Ilmiah



ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN PENERAPAN METODE EVA ( Economic Value Added) PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK

Reinhard Arnold P.S
Eva Khadijah, SE., MM
ABSTRAK
Eva merupakan alat pengukuran kinerja perusahaan untuk menilai tingkat keberhasilan perusahaan ditinjau dari sisi kepentingan dan harapan kreditur dan pemegang saham .
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk  membandingkan kinerja keuangan
yang dihasilkan perusahaan dengan penerapan  EVA dibandingkan dengan pendekatan Konvensioal. Dan untuk membandingkan nilai EVA yang dihasilkan Perusahaan dengan tahun sebelumnya untuk memenuhi tujuan tersebut maka penulis mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan penulis yaitu, Laporan Keuangan dan lain-lain. Metode yang digunakan adalah EVA yang dimana  dirumuskan dengan cara NOPAT (Net Operation Profit After Tax) dikurangi dengan Capital Charges (biaya modal).
Adapun hasil dari Pembahasan menunjukkan bahwa pada tahun 2006 – 2010 PT Indofood Sukses Makmur, Tbk menghasilkan nilai  EVA yang positif , lalu pada tahun 2006 menghasilkan  nilai EVA terendah dan nilai EVA tertinggi pada tahun 2010  . ini berarti kinerja manajemen pada PT Indofood Sukses Makmur sudah baik karena mampu mengahasilkan  nilai yang positif dan dapat meningkatkan nilai EVA pada setiap tahunnya.

Kata kunci : Pengukuran Kinerja Keuangan ,Dengan Penerapan Metode  EVA

PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi saat ini berkembang pesat sehingga proses inilah yang memacu  para investor untuk menanamkan modalnya pada sektor bidang usaha tertentu. Sebagai bahan pertimbangan para investor untuk menanamkan modalnya di suatu lembaga/perusahaan dengan melihat laporan keuangan yang ada. Kinerja perusahaan mencerminkan prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan dalam waktu dan dapat bertahan dalam persaingan pasar bebas, perusahaan juga haruslah dapat beroperasi secara terus-menerus.
Untuk memacu para investor menanamkan modalnya di suatu perusahaan, maka manajemen dari perusahaan haruslah meningkatkan kinerjanya dengan memperoleh laba bersih yang maksimal. Karena dengan laba ini para investor dapat menanamkan modal di perusahaan tersebut sebab dapat memperoleh keuntungan yang maksimal. Adapun salah satu alat pengukur kinerja perusahaan,yakni menggunakan Economic Value added (EVA) .
Economic Value Added (EVA) adalah alat untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan yang lebih memperhatikan ekspetasi para penanam modal ( kreditur dan pemegang saham ). Konsep EVA merupakan suatu konsep penilaian kinerja keuangan perusahaan yang dikembangkan oleh Stem Stewart & Co, sebuah perusahaan konsultan manajemen keuangan di Amerika Serikat. Konsep EVA membuat perusahaan lebih memfokuskan perhatian ke upaya penciptaan nilai perusahaan dan menilai kinerja keuangan perusahaan secara adil yang diukur dengan mempergunakan ukuran tertimbang (weighted) dari struktur modal awal yang ada .
EVA juga dapat dijadikan tolak ukur bagi manajemen perusahaan untuk memperkirakan keinginan para investor yang ingin memaksimalkan tingkat pengembalian dana yang di investasikan dan meminimalisasi biaya yang dikeluarkan, sehingga mempengaruhi nilai perusahaan .
LANDASAN TEORI
Peranan kinerja sering kali dipakai sebagai indikator untuk mengukur baik buruknya keadaan sebuah perusahaan. Salah satu cara untuk mengukur baik atau buruknya suatu kinerja dapat dilihat dari tingkat output yang dihasilkan oleh suatu perusahaan guna mempelajari kinerja secara mendalam perlu diketahui makna dari kinerja itu sendiri.
Kinerja adalah hasil pemanfaatan secara baik atas sumber daya yang ada Kinerja sering kali dikaitkan dengan kondisi keuangan perusahaan. Tujuan pokok penilaian kinerja adalah untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan mematuhi standart dan perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya, agar membuahkan tindakan dan hasil yang di harapkan. Penilaian kinerja perusahaan digunakan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan yang berhubungan dengan kepentingan mereka terhadap perusahaan.
            Pengertian EVA menurut Amin Widjaja Tunggal adalah suatu system manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan, yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat tercipta jika perusahan mampu memenuhi semua biaya operasi (operating cost) dan biaya modal (cost of capital) (Amin Widjaja Tunggal, 2001:1).
EVA adalah laba yang tertinggal setelah dikurangi dengan biaya modal (cost capital) yang diinvestasikan untuk menghasilkan laba. EVA merupakan suatu tolok ukur kinerja keuangan yang berbasis nilai. EVA merupakan suatu tolok ukur yang menggambarkan jumlah absolute dari nilai pemegang saham (shareholder value) yang diciptakan atau dirusak pada suatu periode tertentu, biasanya setahun. EVA yang positif menunjukkan penciptaan nilai (Value Creation) sedangkan EVA yang negative menunjukkan penghancuran nilai (value Destruction).
Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa EVA merupakan jumlah uang yang diciptakan oleh perusahaan dengan mengurangkan beban modal dari NOPAT yang menggambarkan pengembalian atas modal yang dikeluarkan untuk investasi oleh perusahaan.
Jika EVA benar-benar menggambarkan arus kas perusahaan yang sebenarnya, mudah dihitung dan dapat dipahami maka secara otomatis EVA memiliki korelasi positif yang lebih kuat terhadap perubahan-perubahan terhadap nilai pasar perusahaan. Hubungan yang dekat dengan penilaian pasar dan menyatukan kepentingan manajer dengan para pemegang saham merupakan ciri khas EVA sebagai ukuran yang lebih baik. EVA digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajer sebagai bagian program pemberian intensif, alasannya adalah EVA memberikan nilai tambah selama periode tertentu dan EVA dapat diterapkan kepada unit-unit bisnis atau unit lainnya dari suatu perusahaan besar. Jadi meningkatkan EVA secara teoritis akan meningkatkan nilai perusahaan dan karenanya ini adalah ukuran yang bagus bagi kinerja manajer.
Economic Value Added (EVA) atau nilai tambah ekonomis digunakan sebagai pengukur kinerja perusahaan. Kinerja merupakan indikator perusahaan yang dapat menilai baik atau buruknya keadaan sebuah perusahaan serta menilai prestasi yang telah dicapai suatu perusahaan.
Tolak ukur yang digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan dengan metode EVA tentang ada atau tidaknya proses nilai tambah adalah sebagai berikut:
a.       Jika EVA > 0 atau positif, maka telah terjadi nilai tambah pada perusahaan yang dinilai dengan kata lain memiliki nilai ekonomis.
b.      Jika EVA < 0 atau negatif, maka tidak terjadi proses nilai tambah pada perusahaan atau dapat dikatakan bahwa semua laba digunakan untuk membayar kewajiban kepada kreditur dan pemegang saham.
          METODOLOGI PENELITIAN
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menggunakan data sekunder yang penulis dapatkan dari internet, khususnya neraca konsilidasi dan laporan laba rugi  PT Indofood Sukses Makmur, Tbk sedangkan akun-akun yang dibutuhkan untuk menghitung EVA yaitu, laba bersih setelah pajak, modal kerja, modal yang diinvestasikan, biaya modal dan ekuitas serta capital charges.
PEMBAHASAN
Rangkuman Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil perhitungan EVA PT Indofood Sukses Makmur,Tbk telah menunjukkan bahwa untuk tahun 2006-2010 nilai EVA yang diperoleh adalah positif. Hal ini terjadi karena pada tahun 2006-2010 perusahaan sudah dapat memenuhi keinginan untuk mendapatkan keuntungan bagi intern perusahaan dan juga pihak investor yang telah menanamkan modalnya di PT indofood Sukses Makmur, Tbk . Nilai tambah ini didapat setelah perusahaan dapat memenuhi kewajiban untuk mengganti resiko usaha dari modal yang ditanamkan oleh investor.
Pada tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 213.314,  hal ini terjadi karena adanya kenaikkan kenaikkan nilai NOPAT yang diperoleh dari peningkatan laba perusahaan pada tahun 2007. Pada tahun yang sama terjadi peningkatan pula pada nilai capital charge yang naik pada tahun tersebut , hal ini disebabkan karena banyaknya para investor yang telah menanamkan modalnya di PT Indofood Sukses Makmur,Tbk. Nilai EVA positif yang didapat perusahaan pada tahun 2007 dikarenakan menurunnya nilai WACC atau persentase dari biaya ekuitas dan biaya hutang perusahaan . Invested capital tahun 2007 juga meningkat akibat dari jumlah modal yang ditanamkan tahun 2007 mengalami kenaikkan sebesar 2.601.624 dari tahun 2006.  Kenaikan  NOPAT di tahun 2007  ini, berlanjut di tahun 2008 yang cukup  sebesar 500.979. Kenaikan ini di sebabkan oleh adanya kenaikan laba bersih yang di sertai dengan naiknya biaya bunga di bandingkan tahun 2007 .Invested Capital pada tahun 2008 mengalami peningkatan  sebesar 1.534.250, dari tahun 2007 . Peningkatan ini terjadi di karenakan oleh adanya peningkatan WCR  dan aktiva tetap setelah dikurangi dengan akumulasi penyusutan tetapi  kas mengalami penurunan. Pada tahun 2008 persentase WACC mengalami kenaikan kembali  sebesar 0,4% dari tahun 2007. Kenaikan  ini terjadi karena penurunan nilai pajak penghasilan dengan penurunan  persentase cost of equity dan tingkat modal dari ekuitas. Pada tahun 2008 capital charges  naik  sebesar 87.644, dari tahun 2007. Kenaikan ini di sebabkan oleh dan naiknya invested capital dan persentase WACC sebesar 0,4%. Pada tahun 2008 perusahaaan mengalami kenaikan pada nilai EVA sebesar 413.335, dari tahun 2007.
Pada tahun 2009,  kenaikkan  NOPAT juga terjadi yaitu  sebesar 1.425.174 dari tahun 2008. Kenaikan  ini di sebabkan oleh kenaikan laba bersih dan juga adanya kenaikan  biaya bunga. Invested Capital untuk tahun 2009 juga mengalami kenaikan  sebesar 2.634.402, dari tahun 2008. Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan WCR, dan aktiva tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan  dan kenaikan  nilai kas. Karena kenaikan  kas ditahun 2009 dari tahun 2008. Pada tahun 2009 WACC mengalami kenaikan sangat tinggi sebesar 0,59% dari tahun 2008. Peningkatan ini terjadi karena adanya kenaikan tingkat modal dari ekuitas dan penurunan  cost of equity. Pada tahun 2009 nilai capital charges mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 162.003,25, dari tahun 2008. Peningkatan ini terjadi karena naiknya persentase WACC yang sangat tinggi dengan nilai  invested  capitalnya naik. Pada tahun 2009 juga  nilai EVA mengalami kenaikan  sebesar 1.263.170,75 , dari tahun 2008.
Peningkatan NOPAT terjadi kembali di tahun 2010 sebesar 507.431  dari tahun 2009. Peningkatan ini di sebabkan oleh peningkatan laba bersih perusahaan yang cukup signifikan dan kenaikan  pada biaya bunga. Invested Capital untuk tahun 2010  mengalami peningkatan cukup tinggi dari tahun – tahun sebelumya yaitu  sebesar 10.466.791, dari tahun 2009. Peningkatan ini di karenakan oleh adanya penurunan WCR dan kenaikan kas yang cukup tinggi  serta aktiva tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Persentase WACC untuk tahun 2010  mengalami penurunan  sebesar 0,89% dari tahun 2009. Penurunan ini di sebabkan oleh adanya penurunan  pada cost of equity . Pada tahun 2010  nilai capital charges mengalami kenaikan yang  sebesar 40.473,6, dari tahun 2009. Hal ini di sebabkan oleh adanya penurunan  pada WACC walaupun terjadi kenaikan pada invested  capital. Pada tahun 2010 perusahaan kembali mengalami peningkatan pada nilai EVA sebesar 466.957,4.
Dapat di lihat dari data di atas nilai EVA periode 2006-2010 bernilai positif atau telah terjadi proses nilai tambah ekonomis pada perusahaan yaitu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk dan penciptaan nilai EVA tertinggi Selama periode 2006-2010 yaitu di tahun 2010 dan nilai terendah berada ditahun 2006. Hal ini terjadi karena adanya penurunan penjualan . Seharusnya perusahaan  Meningkatkan  produk dengan cara membuat inovasi serta produk-produk yang baru.
                                         Kesimpulan dan Saran     
Kesimpulan
      Setelah dilakukan perhitungan dan analisis kinerja perusahaan pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk  maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.       Dengan menggunakan metode EVA ( Economic Value Added)   hasil analisis kinerja keuangan  selama periode 2006-2010 pada PT Indofood Sukses Makmur, Tbk, bahwa perusahaan telah menciptakan nilai EVA yang positif  yang dari tahun ke tahun meningkat, dimana nilai EVA tertinggi terdapat pada tahun 2010 yaitu dengan nilai sebesar 3.592.588,57 dan nilai EVA terendah terdapat pada tahun 2006 yaitu dengan nilai sebesar 1.102.376,08 artinya perusahaan menghasilkan nilai tambah ekonomis, selain menambah keuntungan perusahaan juga memberikan profit bagi investor dan meyakinkan mereka untuk menanamkan modalnya dalam jangka panjang.
  1. Untuk meningkatkan nilai tambah pada laporan keuangan pada periode selanjutnya yaitu dengan cara meningkatkan  nilai laba Operasi (NOPAT), karena NOPAT merupakan salah satu penentu dari perhitungan EVA perusahaan dan indikator yang digunakan dengan cara meningkatkan penjualan dan menekan biaya-biaya, Untuk mendapatkan nilai laba yang maksimal yaitu dengan cara meningkatkan penjualan produk serta meningkatkan inovasi pada setiap produk baru yang di sertai dengan promosi yang maksimal pula.
Saran
Berdasarkan analisis dan kesimpulan yang dihasilkan yang menyatakan bahwa kinerja keuangan PT Indofood Sukses Makmur Tbk sangat baik dan mampu menciptakan nilai tambah perusahaan yang positif, karena banyak investor dalam memutuskan untuk menanamkan modalnya di suatu perusahaan menggunakan metode EVA untuk mempertimbangkan kinerja perusahaan tersebut.
maka penulis menyarankan sebaiknya perusahaan tetap mempertahankan kinerjanya serta perusahaan harus tetap meningkatkan nilai NOPAT dan mengurangi capital charges setiap tahunnya, karena jika nilai capital charges lebih besar daripada NOPAT akan mempengaruhi nilai EVA.
DAFTAR PUSTAKA

Hery. 2009. Akuntansi Keuangan Menengah 1. Jakarta: Bumi Aksara
Mardiasmo.2001.Akuntansi Keuangan Dasar.Universitas Gajah Mada : Yogyakarta
Sadeli, Lili M. 2009. Dasar- Dasar Akuntansi. Jakarta: Bumi Aksara.
Soemarso, S.R. 2004. Akuntansi Suatu Pengantar Edisi 5. Salemba Empat : Jakarta
Widjaja Tunggal, Amin. 2008. Memahami Economic Value Added (EVA). Harvarindo, Jakarta.
Widjaja Tunggal, Amin. 2008. Pengantar Konsep EVA dan VBM. Harvindo, Jakarta.
Wibowo, Luki Bani.2005. Pengaruh Economic Value Added dan Profitabilitas Perusahaan
             Terhadap Return Pemegang Saham. Universitas Islam Indonesia: Yogyakarta
Young, S. David dan O’ Byrne Stephen. 2001. EVA dan Manajemen Berdasarkan Nilai Panduan Praktis untuk Implementasi Salemba Empat: Jakarta.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar